SEMBAGOCEO dan Founder SEMBAGO, Moses Pangeran Lukman masih harus turun tangan secara langsung untuk mengurus bisnisnya. Alasan dia terjun langsung dalam bisnisnya ini karena salah satu business cluster dari Darta Corp ini masih terbilang baru. Menurutnya saat ini penting untuk membentuk sistem dan menempatkan orang-orang terbaik di dalam bisnisnya.

Founder muda ini berperan mengontrol, melakukan perbaikan-perbaikan, serta membuat keputusan pada bisnis yang dibangunnya hingga tahun 2019. Dalam target waktu itu dia harus sudah menemukan sistem dan menempatkan orang-orang terbaik di dalam bisnisnya itu.

“Ibarat bayi, SEMBAGO ini baru lahir. Semakin intens diperhatikan maka kian membaik. Target dua tahun itu akan dilihat kondisinya apakah bisa lebih cepat dari waktu tersebut atau tidak. Tapi waktu dua tahun itu bagi perusahaan yang baru berdiri sudah cukup buat saya turun tangan langsung,” kata Moses.

Baca juga: Bukan Ikut Tren, SEMBAGO Usung Misi Nasionalis

SEMBAGO menjadi unit bisnis Darta Corp yang berawal dari inspirasi hasil tesisnya yang mengangkat hasil bumi. “Saya mempelajari mengenai komoditi selama tiga tahun. Tapi kalau persiapannya hanya satu bulan. Dalam waktu satu bulan itu saya langsung terjun ke lapangan. Yang sulit untuk memulai bisnis itu adalah menentukan visinya. Visinya adalah bagaimana membawa keadilan bagi konsumen,” papar lulusan S2 Jurusan Economics and Business Law, Universitas Indonesia tahun 2016.

Dia berharap SEMBAGO bisa mencapai target yang sudah ditentukan, sehingga akan terus survive. “Nah, SEMBAGO ini akan saya bangun dan kembangkan layaknya miniatur Darta. Di SEMBAGO benar-benar saya tegakkan Darta Values. Dengan demikian saya berharap akan banyak belajar untuk naik ke tingkat yang lebih luas dan business cluster yang lain bisa melihatnya karena ini bisa menjadi contoh yang baik,” tutur Moses.

Menurut pria yang hobi berenang dan makan ini jika nanti dia sudah tidak terjun langsung mengurus SEMBAGO, maka CEO dan Founder Startup ini bakal kembali menjalankan perannya sebagi Vice President (VP) di Darta Corp. Dia mengakui bahwa business cluster lainnya juga harus diperhatikan. “Saya berharap nanti dengan suksesnya SEMBAGO bisa membuktikan diri bahwa saya sudah siap untuk mengontrol bisnis lainnya. Ini bisa menjadi langkah besar bagi karir saya di holding,” cetusnya.

Baca juga: Darta Corp Kian Eksis dengan Terjun ke Bisnis Agraris

Tugas terbesar Moses sebagai VP di Darta Corp adalah mengontrol semua business cluster. Namun dia mengakui bahwa dua peran yang saat ini dia sandang di SEMBAGO dan Darta Corp, tenaga dan pikiran lebih tercurah 95 persen ke SEMBAGO, sedangkan sisanya 5 persen ke holding. Akan tetapi, dia menegaskan, turun tangan dirinya di SEMBAGO tidak mengganggu perannya sebagai VP.

Dia mengatakan, jika masa dua tahun dirinya terjun langsung di SEMBAGO sudah tercapai, perannya sebagai VP akan di-review kembali mengenai hal urgensi apa yang dibutuhkan untuk segera ditanganinya di holding. “Jika sudah berperan secara penuh menjadi VP, saya akan turun ke bawah, tak hanya ke level Managing Director (MD) tapi jika perlu sampai ke level staf,” jelas penggemar masakan ibunda tercinta.

Pria kelahiran Jakarta, 5 Juni 1990 ini menyatakan, tak ada perbedaan sikap dirinya saat berperan sebagai CEO dan Founder di SEMBAGO dengan VP di holding.

Baca juga: Darta Corp Semakin Memantapkan Diri sebagai Aset Bangsa

Demi mewujudkan harapannya menyukseskan SEMBAGO, dia terus “menuntun” SEMBAGO dengan terjun langsung bersama timnya hingga dua tahun ke depan. Pehobi renang ini optimistis SEMBAGO bisa berkembang lebih baik, karena berbisnis di bidang agribisnis memiliki keuntungan yang sangat menjanjikan terutama di bidang pertanian.

Salah satu cara SEMBAGO menjualkan hasil produk dari petani adalah dengan menggunakan sistem online. Cara ini diyakini cukup ampuh dalam memutus rantai distribusi melalui tengkulak, agar harga produk pangan tidak melambung tinggi di tangan konsumen.

Penerapan sistem online yang dilakukan SEMBAGO ini bukan karena mengikuti tren startup yang tengah marak dewasa ini. Namun karena SEMBAGO mengusung misi nasionalis, yaitu membantu petani menjualkan produk mereka tanpa melalui tengkulak (sistem online), membagi hasil keuntungan sebesar 40 persen untuk petani dan 60 persen untuk perusahaan (social entrepreneur), serta memberikan pengarahan kepada petani mengenai tren produk yang dibutuhkan konsumen.