SEMBAGO – Menjaga kualitas makanan adalah hal mutlak yang wajib dilakukan pemilik maupun pengelola bisnis kuliner. Dengan menyajikan bahan makanan yang berkualitas maka para pelanggan akan dipuaskan dengan produk dan layanan Anda. Berikut ini cara menjaga kualitas makanan restoran Yong Tau Fu, Leafwell Catering, dan Holycow by Chef Afit.

 

Yong Tau Fu

Menjaga bahan makanan agar tetap baik dan segar, Yong Tau Fu punya cara sendiri, yaitu menyimpan bahan makanan dengan metode Decoy System.

Sistem ini digunakan untuk mengontrol penyimpanan dan menjaga kualitas barang, bahan baku, atau produk yang harus disesuaikan dengan jenis, bentuk, dan fungsinya masing-masing. Dengan demikian bahan makanan akan tetap terlihat segar ketika akan diolah.

“Pada saat pengiriman bahan makanan juga harus dilakukan pemilihan yang baik. Jadi barang yang kualitasnya sudah kurang baik jangan dicampur dengan yang lain, karena akan menjangkit ke bahan makanan yang lain,” kata Coordinator Area Manager Yong Tau Fu Singapore, Ali Topan di Jakarta.

Meski Yong Tau Fu mengusung konsep healthy food, namun ada beberapa menu hidangan yang non healthy food. “Dalam proses memasaknya pun kami memisahkan antara yang healthy food dan yang non healthy food, sehingga kualitas antara keduanya pun tetap terjaga,” terang Ali.

 

Cara Menjaga Kualitas Makanan Restoran

 

Baca juga: Ngebakso Ala Singapore di Yong Tau Fu

 

Leafwell Catering

Bagi Anda yang gemar makanan healthy food pastinya sudah tidak asing lagi dengan hidangan yang disajikan Leafwell Catering. Beragam program ditawarkan bagi Anda yang ingin langsing ataupun sekadar membentuk tubuh agar tetap ideal.

Oleh sebab itu, Leafwell selalu menjaga kualitas makanannya mulai dari pengiriman bahan makan, penyimpanan, hingga memasak.

“Cara menjaga kualitas makanan adalah berpatokan dengan standar yang sudah kami miliki. Standar bahan makanan tersebut sudah ditentukan oleh chef kami. Jadi kami sudah menentukan kualitas bahan makanan yang kami butuhkan. Untuk jenis bahan yang bisa kami gunakan adalah yang organik dan non organik,” kata Purchasing Leafwell Catering, Dimas Alam.

 

Cara Menjaga Kualitas Makanan Restoran

 

Baca juga: Catering Sehat Leafwell, Eat Well Live Well

 

Holycow by Chef Afit

Rahasia steak house sekalas hotel dengan harga terjangkau ini adalah pada kualitas makanan yang ditentukan pemilik sekaligus chef, yaitu Chef Afit. Pecinta steak tentunya sudah merasakan kelezatan berkelas dari Holycow by Chef Afit. Hal ini didukung dengan penyediaan bahan makanan yang berkualitas.

Semua bahan makanan yang akan digunakan harus melalui Chef Afit. Karena memang Chef Afit yang menentukan kualitas, jenis bahan makanan yang akan digunakan hingga proses memasak,” kata Heri, Purchasing Holycow by Chef Afit.

 

Cara Menjaga Kualitas Makanan Restoran

Foto: Dok. Holycow by Chef Afit

 

Baca juga: Holycow by Chef Afit, Steak House Lokal Rasa Internasional

 

Tips Penyimpanan Bahan Makanan

  1. Karakteristik Bahan Makanan

Sebelum menentukan teknik penyimpanan, perlu diketahui terlebih dahulu mengenai alat penyimpanan dan karakteristik bahan makanan.

Ada dua macam tempat untuk menyimpan bahan makanan, yaitu dry store dan cold store. Dry store merupakan tempat penyimpanan kering dan sejuk bersuhu 20-24 °C. Sedangkan cold store merupakan tempat penyimpanan yang dingin dan basah karena embun.

Berdasarkan suhu, cold store diklasifikasikan menjadi 4, yaitu:

  • Vegetable store: tempat penyimpanan bersuhu 10 °C dengan karakteristik dingin dan segar.
  • Chiller: tempat penyimpanan bersuhu 4 °C dengan karakterisk dingin, namun tidak membekukan.
  • Refrigerator: tempat penyimpann bersuhu 0-3 °C dengan karakteristik dingin sekali dan dapat membekukan.
  • Freezer: tempat penyimpanan bersuhu -18 °C yang dapat membekukan bahan makanan dalam waktu cepat.

Sedangkan bahan makanan, sesuai karakternya, dikelompokkan menjadi 6, yaitu:

  • Meat, fish, and poultry

Karakteristik segar, cepat membusuk, dan amis mengharuskan bahan ini untuk disimpan dalam kondisi yang cukup dingin. Tetapi tidak membeku terlalu lama supaya membran sel tidak rusak karena kristal es. Bahan ini cocok disimpan pada refrigerator.

  • Eggs and dairy product

Karakteristik cair, sedikit berlemak, dan amis. Karena tuntutan pengolahan yang mengharuskan bahan ini diolah dalam kondisi cair dan segar, akan lebih baik bila disimpan pada chiller sehingga tidak beku.

  • Fat and oil

Karakteristik bahan ini terkadang cair terkadang padat, namun sangat berlemak. Dengan kandungan lemaknya, apabila terkena udara terbuka akan mengalami oksidasi dan menimbulkan ikatan lemak jenuh. Begitu juga dengan air yang mengandung udara, sehingga dengan mudah mengoksidasi ikatan lemak. Dengan karakteristik demikian, fat and oil lebih cocok disimpan pada tempat kering dalam wadah tertutup dan kondisi sejuk supaya tidak mudah meleleh.

  • Grain product

Grain atau serealia, atau biji-bijian ini memiliki karakteristik kering. Produk-produk grain juga merupakan aneka tepung yang kondisinya kering. Hal ini mengharuskan penyimpanan grain pada dry store yang kering dan sejuk.

  • Fruit and vegetables

Buah-buahan dan sayur-sayuran memiliki karakteristik mudah membusuk, karena metabolismenya tetap berjalan meskipun sudah dipetik. Sementara, buah dan sayuran akan rusak jika disimpan terlalu lama pada tempat yang terlalu dingin, karena sel air yang ada dalam buah dan sayuran akan menyusut dan membeku.

Dengan karakteristik tersebut, lebih baik buah disimpan pada tempat yang dingin untuk memperlambat pembusukan, namun tidak terlalu dingin supaya tidak rusak yaitu vegetable store.

  • Beverages

Beberapa minuman yang perlu disajikan pada kondisi dingin atau beku, tempat yang baik dalam menyimpan minuman adalah chiller ataupun freezer.

  1. Tempat Penyimpanan

Pada umumnya dapur memiliki dua jenis penyimpanan, yaitu satu lemari pendingin dengan chiller dan frezer yang menjadi satu dan refrigerator. Sementara cara untuk menghindari kontaminasi antarbahan, yakni dengan penyusunan tata letak bahan sesuai karakteristiknya.

  1. Alur Penyimpanan

Bahan makanan yang menumpuk di tempat penyimpanan perlu dilakukan alur penyimpanan dan pengambilan bahan makanan yang seimbang.

Keseimbangan penyimpanan dan pengambilan bahan makanan dapat dilakukan dengan metode First In First Out (FIFO). Artinya, barang yang terlebih dahulu dimasukkan pada tempat penyimpanan harus terlebih dulu dikeluarkan. Tujuannya adalah agar tidak ada bahan yang terlalu lama disimpan, sehingga berkurang kesegarannya.

  1. Inventaris Bahan dan Pengendalian Mutu

Restoran harus melakukan inventaris bahan untuk menunjang efisiensi produksi. Data jumlah dan waktu bahan masuk dan keluar perlu dibukukan dengan baik untuk menghindari miskalkulasi produksi.