SEMBAGOMaraknya bisnis startup di Indonesia masih didominasi oleh sejumlah startup yang bergelut di bidang e-commerce dan layanan on demand. Kini beberapa startup mulai merambah dan mengembangkan bisnisnya di sektor pertanian dan menjadi tren startup saat ini.

Besarnya peluang bisnis bagi para startup di bidang pertanian ini bukan tanpa alasan. Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas penduduknya bergerak di bidang pertanian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa 37,77 juta penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian, lebih besar dari sektor-sektor lainnya.

Dari beberapa startup pertanian tersebut beragam layanan dan kemudahan yang diberikan kepada para petani, konsumen, dan investor. Namun, dari fasilitas yang disajikan startup itu belum terlihat satu pun yang mengusung misi nasionalis, seperti yang diberikan salah satu unit bisnis dari Darta Corp, yakni SEMBAGO.

Salah satu misi nasionalis yang diusung Sembago dan sekaligus yang membedakan dengan startup lainnya adalah SEMBAGO memberikan hasil keuntungan sebesar 40 persen untuk petani dan 60 persen untuk perusahaan (social entrepreneur). Selain itu juga membantu petani menjualkan produk mereka tanpa melalui tengkulak serta memberikan pengarahan kepada petani mengenai tren produk yang dibutuhkan konsumen.

Baca juga: Pangeran Turun Gunung Mengurus SEMBAGO Secara Langsung

CEO dan Founder SEMBAGO, Moses Pangeran Lukman mengatakan, SEMBAGO mengusung misi nasionalis yang bertujuan untuk menyejahterakan petani. Kemudian, SEMBAGO berperan sebagai pembina dengan memberikan konsultasi kepada petani. “Jadi kami ada unsur edukasinya kepada petani. Kami meng-upgrade petani untuk meningkatkan service kepada klien,” kata Moses.

Dia juga menjelaskan penyebab melonjaknya harga pangan selain karena rantai distribusi yang masih melalui tengkulak, kenaikan harga juga disebabkan beberapa faktor. Misalnya saja para petani belum menggunakan peralatan berbasis teknologi terkini, infrastruktur yang belum memadai, petani tidak diberikan akses lebih jauh untuk mengetahui bagaimana cara berjualan, dan apa yang diinginkan konsumen.

Terkait harga, kata Moses, SEMBAGO sempat mengalami perubahan harga. Namun, perubahan tersebut tidak terlalu signifikan dan konsumen pun tidak terpengaruh. “Perubahan harga yang terjadi misalnya saat menjelang Lebaran beberapa waktu lalu. Tetapi, harga dari kami tetap terbilang murah, dan harga tentunya sesuai dengan kualitas,” ujarnya.

Baca juga: Darta Corp Kian Eksis dengan Terjun ke Bisnis Agraris

Moses menyontohkan, ketika SEMBAGO menawarkan sayur mayur kepada salah satu restoran Jepang di Jakarta yang notabene menyajikan menu makanan berkolagen, SEMBAGO berani memberikan harga sayur yang sangat terjangkau dengan kualitas yang baik. “Klien kami sangat puas dengan pelayanan yang kami berikan, termasuk kualitas produk dan harga yang terjangkau. Kami juga menjelaskan bahwa kami membantu para petani agar mereka lebih meningkatkan kualitas hasil pertanian,” terangnya.

SEMBAGO

Mengenai kualitas produk, Moses memastikan bahwa SEMBAGO selalu melakukan kontrol terhadap setiap produk yang akan diberikan kepada klien. Dengan demikian, ketika produk sampai ke tangan klien kualitasnya akan tetap terjaga dan sesuai dengan kebutuhan. “Dalam prosesnya kami melakukan kontrol hingga empat kali,” ucapnya.

Untuk lebih memudahkan masyarakat mendapatkan produk dari SEMBAGO, Moses berencana bakal memperbanyak agen di sejumlah wilayah di Indonesia. Dia mengatakan, dalam satu kota/kabupaten akan terdapat minimal tiga hingga empat agen SEMBAGO.

Baca juga: Darta Corp Semakin Memantapkan Diri sebagai Aset Bangsa

Beberapa produk andalan SEMBAGO yang saat ini ditawarkan ke konsumen adalah wortel, pak choi, jagung, lobak, selada, dan paprika. Menurut Moses, produk-produk ini sangat diminati restoran-restoran Jepang. “Dari produk andalan ini kami sudah mengerti dari segi pola tanamnya dan treatment-nya,” terangnya.

SEMBAGO

Dia juga mengatakan, langkah awal yang harus dilakukan SEMBAGO sebelum menjalankan sistem online adalah membangun kepercayaan terhadap konsumen. “Setelah kepercayaan konsumen sudah terbentuk, maka akan lebih mudah menjalankan sistem online. Rencananya kami akan membuat online shop. Harapannya SEMBAGO bisa menjangkau lebih luas lagi dan lebih mudah diperoleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka,” harapnya.

Dengan menerapkan sistem online dan berbasis nasionalis, SEMBAGO telah membantu dan mendukung para petani Indonesia dalam menjualkan hasil produksi mereka langsung ke tangan konsumen. Dengan begitu harga yang diberikan SEMBAGO ke konsumen tetap terjaga dan dengan kualitas produk pangan yang terpercaya.